raut wajah nan sendu
menatap langit penuh makna
entah apa yang terfikirkan
tertunduk dalam bayang harapan
berdoa anak didik tercinta menjadi orang berguna
dalam sela waktu yang ada
bagai daun pelindung rintikan hujan
kadang tak menepis hujan pun akan menembus badan
hanya sesaat bisa menjadi peneduh rintangan
tak sampai hati melihat anak-anak
berjalan tanpa arah tak menentu
dalam bingkai kehidupan yang tak pasti
merasa gagal dikala melihat anak didiknya terlihat payah
berdiri di atas kaki namun bukan kakinya sendiri
mengganjal perut bukan karena jerih payahnya sendiri
hhhmmmm,,,
hanya lantunan doa dan sebongkah harapan
jika kelak anak didiknya membuatnya bangga
atas ilmu dan ajaran yang telah diberikan
memasuki setiap jengkah kehidupan
Senin, 16 Januari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
